Pemilihan kepala daerah saat ini pastinya kita akan membicarakan bagaimana kriteria pemimpin yang kita inginkan untuk memajukan ranah sakti alam Kincai yang mempunyai 1001 sumberdaya yang patut untuk dikembangkan.

Apa yang kita mimpikan untuk menjadi pemimpin saat ini? Dalam kisah tanah jawa sudah memiliki mimpi bagi pemimpin masa depan (dikutip dari materi Diskusi Nusantara ke-68 FORCIdevelopment, 9 Maret 2013 Oleh Faridh Almuhayat), terutama Indonesia yang saat ini diperlukan yaitu perlu sifat “ksatria” yang mau dan mampu menempuh jalan dalam Asta Brata, yaitu:

1.      Jalan Matahari

Matahari memiliki sifat panas dan penuh dengan energi, ia memberi sarana hidup. Artinya bahwa setiap pemimpin dapat memberikan spirit (semangat), memberi kehidupan, memberi energi positif kepada anak buahnya.

2.      Jalan Bulan

Bulan mampu menerangi dalam kegelapan malam, artinya setiap pemimpin harus menyenangkan dan memberi terang ketika anak buahnya mengalami kehampaan, kegelapan, kegalauan akibat ketidakjelasan arah dan tujuan.

3.      Jalan bintang

Bintang sangatlah indah kita pandang, bintang juga memiliki fungsi sebagai kompas (petunjuk arah mata angin). Artinya pemimpin harus dapat memberikan pedoman, contoh atau suri tauladan, dan arahan yang benar bagi anak buahnya.

4.      Jalan Angin

Angin (udara) memiliki sifat dapat berada dimana-mana disetiap ruang kosong, setiap pori-pori. Artinya pemimpin harus mampu melakukan tindakan-tindakan yang teliti, penuh dengan hati-hati, cermat, dan harus mau dan mampu turun kelagapan menyelami kehidupan bawahannya dan kondisi lapangan sesungguhnya. Setiap keadaan pemimpin mampu mengatakan kebenaran, karena sufat udara adalah jujur.

5.      Jalan Mendung

Mendung bersifat menakutkan, namun sangat berkah dan manfaat ketika telah turun hujan, artinya seorang pemimpin harus berwibawa dalam setiap perkataan maupun perbuatan sehingga keberadaannya sangat bermanfaat bagi anak buahnya.

6.      Jalan api

Api memiliki sifat tegak dan sanggup membakar apa saja yang ada didekatnya. Artinya pemimpin harus bertindak adil, memiliki prinsip yang benar, serta tidak pandang bulu dalam hal apapun.

7.      Jalan Samudra

Samudera memiliki sifat luas dan rata. Artinya seorang pemimpin harus memiliki pandangan yang luas dalam berbagai segi ilmu dan sanggup menerima persoalan dengan penuh tanggung jawab dan tidak membenci terhadap seseorang.

8.      Jalan Bumi

Bumi bersifat sentosa dan suci. Artinya pemimpin harus dapat berfungsi seperti sifat bumi, yaitu dalam hal pemikiran dan perbuatannya harus sentosa budi pekertinya, jujur, dan memberikan anugerah kepada bawahannya yang telah berjasa dan melakukan kerja-kerja dengan serius dan benar.

Falsafah  yang mendalam tersebut sangatlah ideal jika pemimpin-pemimpin Indonesia bertindak sifat-sifat “manusiawi” yang melekat dalam pribadi setiap insan yang berIndonesia dengan budaya dan sumberdaya yang dimiliki.

Dalam menyambut pesta demokrasi pemilihan kepala daerah kabupaten kerinci, banyak hal yang harus kita tinjau kembali, kita lihat kembali, flash back menuju 5 tahun sebelumnya ketika pesta demokrasi sebelumnya di laksanakan. Setelah penetapan hasil dari KPUD Kerinci yang menyatakan bahwa  Murasman unggul di bandingkan calon bupati yang lain, terjadi fragmentasi warga kerinci dimana pendukung calon yang kalah langsung menyatakan protes atas hasil tersebut kepada KPUD Kerinci.

Aksi gugatan atas hasil pemilu tersebut pun masuk menjadi agenda sidang di Mahkamah konstitusi. Di tingkat lokal terjadi keributan, kerusuhan, riots, yang dilakukan oleh pendukung salah satu calon bupati. Salah satu asset pemerintah yaitu gedung umah uhang empat jenis menjadi saksi bisu betapa rakyat kerinci masih belum siap dengan yang namanya demokrasi.

Banyak para tokoh-tokoh ahli pemerintahan menyatakan bahwa demokrasi merupakan system pemerintahan yang cocok bagi Indonesia. Namun, pertanyaannya adalah apakah system ini siap diterima oleh masyarakat?. System ini muncul ketika terjadi tuntutan agar hak suara rakyat dapat diperdengarkan satu persatu dalam pemilihan umum. hal ini berarti bahwa system perwakilan rakyat yang diterapkan sebelumnya tidak dapat mewakili aspirasi dari rakyat. Melihat kondisi para wakil rakyat saat ini, sepertinya pantas kenapa rakyat ragu mewkilkan suaranya kepada mereka.

Dalam rangka mempercepat proses pembangunan di daerah, pemerintah mengelurarkan kebijkan otonomi daerah. Otonomi daerah merupakan suatu kabar gembira bagi daerah di Indonesia, karena dengan otonomi daerah, pemerintah daerah diberi pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk mengatur rumah tangga nya sendiri.

Namun apa yang terjadi saat ini adalah terjadi pemerintahan yang terlalu bersifat kedaerahan. Rasa ke-Indonesiaan secara perlahan mulai pudar. Salah satu indikasi kedaerahan ini adalah adanya pemikiran di kalangan masyarakat bahwa yang menjadi pemimpin suatu daerah (kepala daerah) haruslah putra daerah itu sendiri. Hal ini merupakan pemahaman akan otonomi daerah yang keliru. Ketika kita menyatakan bahwa kita adalah bangsa Indonesia maka tidak peduli siapapun yang mempimpin daerah tersebut. Yang terpenting adalah calon kepala daerah tersebut mempunyai kompetensi yang pantas untuk menjadi pemimpin suatu daerah dan mempunyai komitmen dan program yang jelas bagaimana dia memjukan daerah tersebut. meskipun dia bukan berasal dari daerah tersebut.

Di Amerika, setiap negara bagian diberikan kewenangan untuk mengatur daerahnya sendiri bahkan setiap daerah dibebeaskan untuk melakukan hubungan luar negerinya sendiri. Meskipun diberikan kebebasan seperti ini masyarakat amerika dengan bangga mengatakan “I’m American”. Namun apa yang terjadi di Indonesia adalah tidak sedikit putra-putri bangsa ini “MALU” untuk mengatakan “Saya Orang Indonesia”. hal ini barangkali sudah tentu karena tingkah laku para petinggi-petinggi negara ini yang sama sekali tidak mencerminkan perilaku seorang negarawan.

Cara masyarakat dalam memilih seorang pemimpin haruslah dicerdaskan. Rasa kekeluargaan karena berasal dari satu kampung seringkali mengalahkan kepentingan suatu daerah itu sendiri. Peran para tokoh masyarakat, para akdemisi, dan para cerdik pandai lainnya sangat penting ketika ajang pemilihan kepala daerah berlangsung. Para cerdik pandai ini berpeeran sebagai filter bagi masyarakat dalam mencerna visi dan misi yang disampaikan oleh para kandidat kepala daerah.

Visi dan misi kepala daerah haruslah memntingkan suatu keberpihakan kepada masyarakat kecil, mempertimbangkan kesejahteraan jangka panjang, dan keseimbangan ekologis.

IPB Badge Follow ramaFriz on Twitter
Categories
Kalender
September 2017
S M T W T F S
« Apr    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
  • Membentuk Karakter Siswa dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan 14/09/2017
    REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- SD Negeri 2 Karangmloko Kabupaten Sleman merupakan salah satu sekolah model Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Tidak heran, sekolah itu kerap menerima kunjungan studi banding karena proses...
  • Polda Sultra Tangkap Delapan Orang Pengedar Obat PCC 14/09/2017
    REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menangkap delapan pengedar obat terlarang jenis paracetamol, caffeine, corisoprodol (PCC) yang banyak beredar dan dikonsumsi warga di daerah itu.Direktur Reserse...
  • KPK Segera Umumkan Hasil Pemeriksaan Terkait Aris Budiman 14/09/2017
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyatakan, hasil pemeriksaan internal akan diumumkan dalam waktu dua pekan lagi. "Kami sudah putuskan akan diperiksa secara menyeluruh...